Dunia Cerita

Rabu, 03 Desember 2014

Topi Cloche saksi bisu kematian Sheri.

"Aku menyukai topi." Ucap Danu sebelum membunuh Sheri, kekasihnya.

Danu memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Sheri. Setelah keluar dari mobil dan membanting pintu dengan keras, ia menghela nafas sejenak. Diusapnya wajahnya sendiri dengan kasar.

Ia melangkah tergesa menuju rumah dan menggedor pintu dengan tidak sabaran, "Cepat buka!"

Sosok Sheri dihadapan Danu hanya terperangah melihat ekpresi kekasihnya yang terlihat marah. Wajahnya mengeras, dan ia juga mendengar gemeretak gigi Danu.

"Kamu pasti berbohong kan? Kamu bilang akan menyimpannya!" Hardik Danu yang langsung mencekik dan mendorong Sheri.

Sheri yang sudah tersungkur hanya memegang lehernya yang terasa sakit. Ia menatap Danu dengan tatapan tidak percaya. Selama 2 tahun hubungannya bersama Danu, baru kali ini laki-laki yang sangat dicintainya tersebut berani menyakitinya.

"Mana topi yang ku berikan kepadamu?"

Jadi hanya karena masalah topi hingga membuat Danu tega melakukan ini semua?

Sheri bangkit dan segera pergi kekamarnya. Dan kembali kehadapan Danu dengan membawa topi Cloche berwarna seperti warna kayumanis ditangannya yang baru saja ia raup dari tong sampah. Topi pemberian Danu tadi malam saat merayakan ulang tahun Sheri yang ke 20.

"Ini!" Sheri melempar topi hadiah dari Danu tersebut tepat diwajahnya.

Membuat Danu mengerang dengan amarah yang semakin meledak-ledak. "Pakai!"

"Tidak!"

"Pakai!"

"Tidak!"

Sebuah tamparan sukses membuat pipi Sheri memerah dan terasa perih. Butiran-butiran air mata jatuh disudut matanya. Tapi Danu tidak menghiraukannya sedikit pun.

"Pakai!" Kali ini Danu melemahkan suaranya.

"Ti... Tidak..." Lirih Sheri.

Tapi hal itu justru kembali menyulut api amarah dalam diri Danu. Pria itu pun menjambak dengan kasar rambut Sheril serta menyeretnya kekamar mandi. Sheril yang kesakitan terus meronta-ronta dan berteriak meminta pertolongan. Tapi Danu lebih cepat melayangkan tamparannya kewajah cantik Sheri, membuat gadis itu bungkam karena ketakutan.

Danu benci dengan orang yang tidak mau menuruti kemauannya. Ia juga membenci orang yang tidak menyukai memakai topi. Yang membuat Danu begitu menyukai topi karena ia bisa terus mengingat tentang mantan kekasihnya yang meninggal 3 tahun lalu akibat kecelakaan mobil, Claudia.

"Aku menyukai topi! Dan aku menyukai wanita yang senang memakai topi!" Gumam Danu seraya membanting-bantingkan kepala Sheri kedalam air bathup.

Sheri yang sudah megap-megap dan nyaris kehabisan nafas hanya bisa menangis tanpa suara. Ia tidak menyangka jika kejujurannya pada adik Danu akan membuahkan hasil seperti ini. Sheri mengatakan kepada adik Danu bahwa ia akan membuang topi itu karena ia sangat membenci topi.

Baginya, topi hanya membuatnya teringat kembali  kenangan tentang kematian ayahnya yang tewas dibunuh. Ia bahkan masih ingat bagaimana posisi tubuh ayahnya yang tergeletak bersimbah darah, dan banyaknya luka tusukan ditubuhnya. Lalu topi bisbol berwarna biru malam yang berada ditangan mayat ayahnya. Ia ingat betul detail kenangan terburuk dalam hidupnya tersebut.

Setelah beberapa tahun lamanya, barulah pelaku pembunuh ayahnya tertangkap. Pelaku yang ternyata salah orang dengan mengira ayah Sheri adalah orang yang dibencinya hanya bisa  terpuruk dalam penyeselan. Topi yang dipakai oleh ayah Sheri lah penyebab kesalahan si pelaku.

Danu mendekatkan telinga Sheri kebibirnya, "Kenapa kau membenci topi?"

Sheri yang ingin menjawab hanya bisa meringis tanpa suara, tenggorokannya terasa begitu sakit. Nafasnya sudah terputus-putus, akan tetapi tidak ada rasa kasihan sedikitpun yang dirasakan oleh Danu.

"Jawab!" Teriak Danu dengan menghantamkan kepala Sheri kekeran air disamping bathup.

Dalam sekejap keran air yang terbuat dari stenlyss itu bersimbah darah, dan membuat Sheri tidak bernyawa dengan keadaan kepala yang robek dan pecah. Dari lukanya mengalirkan darah segar dan memberi warna merah pada lantai keramik yang berwarna putih cream.

Danu melepaskan cengkraman dikepalanya, mayat gadis itu tersungkur dilantai kamar mandi. Ia baru saja akan pergi sebelum tangan Sheri meraih kakinya.

"Ke... na-pa.. k... kamu... mela... kukan... ini..."

Danu menyeringai kearah wajah Sheri yang diliputi cairan darah. "Aku menyukai topi." Ucap Danu seraya tersenyum tipis.

Kemudian satu injakan sekuat tenaga dikepala gadis itu sukses membuat Sheri benar-benar kehilangan nyawanya. " Dan aku benci dengan orang yang tidak menyukai topi.'

Begitu keluar dari rumah, Danu disambut oleh warga yang berkumpul karena mendengar teriakan-teriakan dari dalam rumah Sheri.

-Tamat....

Cerita ini dibuat untuk event #RabuMenulis yang diadakan oleh @GitaRomadhona dan @GagasMedia. Terimakasih sudah membaca! Salam dari author @BukanDaus.

2 komentar:

Inten mengatakan...

BAGUSSSS!!! Keep posting. Suka sekali dengan genre nya. Riddle ya? ^^

Armageddon mengatakan...

Wah, syukurlah ada yang suka hehe btw riddle apaan ya mbak? ._. Terimakasih sudah berkomentar :)