Dunia Cerita

Rabu, 03 Desember 2014

Janda Cantik

Oke, karena gue udah lama ngga ngeblog, jadi postingan kali ini bakalan sedikit manusiawi. Kenapa gue bilang 'sedikit manusiawi?'. Karena setiap postingan gue itu selalu nista dan kejam bagi para jones-jones nista kayak gue.

Kali ini gue mau curhat, tentang sebuah kejadian dimalam minggu. Gue yang udah bosen malam mingguan sama hape dan laptop doang, memutuskan untuk mencoba sensasi baru. Yakni dengan menikmati malam minggu diluar. Dan gue memutuskan buat nongkrong di cafe.

Kan biasanya setiap malam minggu cafe-cafe pasti ramai oleh pengunjung. Akan tetapi gue ngga memperhitungkan kalau hal tersebut ternyata malah membuat gue menjadi lebih ngenes dan nista. Coba lo bayangin gimana rasanya ketika lo duduk menyendiri ditengah-tengah keramaian. Dari semua pengunjung di cafe, cuma gue yang sendirian! CUMA GUE!!!

Rasanya gue pengen nangis men! Ketika orang-orang pada sibuk bersenda gurau, gue cuma sibuk mantengin layar hape dan dipusingkan oleh status pesbuk seorang anak alay. Sampai saat seorang cewek cantik datang dan duduk semeja dengan gue. Cewek cantik yang ngga gue kenal.

Entah ini pertanda keberuntungan buat gue atau sebaliknya. Cewek cantik itu tersenyum kearah gue yang cuma melongo dan mencoba percaya dengan apa yang sedang terjadi.

"Boleh kan saya duduk disini om?"

Deg! Gue begitu terharu sekaligus kecewa! Terharunya, baru kali ini ada cewek yang mau sama gue! Selama ini telinga gue cuma diberi asupan-asupan oleh pembully-an dari temen-temen gue yang kamfret. Dan serius itu bener-bener ngga baik buat kesehatan telinga.

Dan kecewanya, kenapa ini cewek harus manggil gue om sih? Setua itu kah gue dimata dia? Hiks.

Gue mengangguk dan doi kembali tersenyum. Kemudian itu cewek mengeluarkan laptopnya. Doi pun sibuk berkutat dengan si laptop, membuat gue memiliki pemikiran tentang ini cewek. Jangan-jangan doi juga makhluk jones kayak eke?

Terpintas sebuah rencana licik dipikiran gue. Gue pun berniat modusin ini cewek, siapa tahu gue sama dia itu berjodoh. Jadi gue perlu nyusun strategi yang matang. Pertama-tama gue harus kenalan dulu.

"Lagi ngerjain tugas ya?" Tanya gue sekedar basa-basi.

Doi ngalihin perhatiannya dari laptop, "Ngga om, lagi nulis cerita."

"Panggil aku Daus, kayaknya kita seumuran aja."

Doi terdiam kemudian tersenyum malu-malu. Kayaknya dia menyesal udah manggil cowok sekece gue dengan sebutan kamfret kayak gitu.

"Kamu penulis? Wah, udah bikin buku? Btw, nama kamu siapa?"

"Mawar. Ya cuma penulis amatiran kok. Aku mosting cerita aku diblog."

"Jadi kamu blogger juga?" Tanya gue lagi. Sumpah, ini cewek bener-bener type gue banget!

Doi mengangguk dan gue cuma ber-oh aja sebagai responnya. Kemudian Mawar kembali menyibukkan dirinya dengan laptop yang sedari tadi masih menyala.

Sampai beberapa menit kemudian Mawar kembali bertanya, "Eh tadi kamu bilang blogger juga? Jadi kamu blogger juga?"

"Iya, aku seorang blogger juga."

Kayaknya ini benar-benar pertanda baik buat gue. Kemudian kami pun mengobrol tentang blog kami. Ternyata si Mawar ini lagi bikin project web novel yang udah sampai chapter 8, dan blognya juga banyak banget dikunjungin. Beda banget sama blog gue, udah berdebu orang yang ngunjungi ini blog bisa diitung pakai jari.

Setelah mengobrol cukup lama, akhirnya kami saling bertukar nomer ponsel. Dan disinilah moment yang mengejutkan gue. Tepat saat hape Mawar berdering. Gue ngga tau pasti, tapi gue yakin yang menelpon Mawar itu pasti anaknya. Soalnya gue sempat mendengar Mawar manggil si penelpon dengan sebutan 'anakku sayang'.

Dan hal itu benar-benar bikin gue kecewa berat bung! Dalam sekejap harapan gue pupus, lenyap tidak bersisa. Hiks...

"Ada apa?" Tanya Mawar yang ngeliat kebahagiaan diraut wajah gue pudar.

Perlu kalian ketahui, gue ini tipe cowok yang frontal. Makanya gue langsung jujur aja sama doi.

"Kecewa."

"Kecewa kenapa?"

"Aku kira kamu itu single. Makanya aku ajakin kenalan. Eh taunya kamu udah punya anak."

Tiba-tiba aja Mawar ketawa terbahak-bahak setelah menyimak kejujuran gue. Oke, ini cewek selain cantik ternyata dia iuga agak sedikit stres.

"Kamu jujur banget, aku emang udah punya anak. Tapi masih single kok."

"Lah, maksudnya?"

"Aku janda."

Kapan terakhir kali gue sujud syukur ya? Ah entahlah, yang pasti sekarang rasanya gue kepengen sujud syukur. Dari semua tipe cewek, gue paling demen sama janda cantik! Silahkan kalau kalian bilang gue ini aneh bin ajaib, tapi menurut gue janda itu lebih menantang dari perawan. Dan sekarang gue lagi berhadapan sama janda kembang yang masih single!

Rasanya gue kepengen teriak buat ngungkapin betapa bahagianya gue hari ini! SELAMAT TINGGAL STATUS LAJANG!

Beberapa hari setelah itu, gue sama Mawar terus mengadakan komunikasi via sms dan telpon. Berlanjut ke media sosial seperti facebook. Hubungan kami udah bisa dikatakan sangat dekat, sampai-sampai dia pernah cemburu gara-gara gue komenan sama cewek difacebook.

Hingga suatu hari gue ngajakin dia buat ketemuan di cafe tempat pertama kali kami bertemu. Dia setuju.

Gue yang udah berdandan rapi, udah siap ngungkapin cinta gue ke Mawar. Biasanya gue ngga pernah dan paling anti pakai minyak wangi. Tapi sekarang pengecualian buat gue. Sampai-sampai nyokap gue nyanyi Biasanya tak pakai minyak wangi~

Huanjer! Sumpah itu horor banget men! Lebih horor dari pada ketemu kuntilanak yang lagi sariawan!

Dan ngga lama kemudian, Mawar pun datang. Tapi dia ngga datang sendirian, dia datang sama seorang cowok yang lagi ngegendong anak kecil. Gue yakin anak kecil itu pasti namanya Cika, ya itu anaknya Mawar.

Cowol itu duduk dan memberikan Cika kepangkuan ibunya. Lalu dia bersalaman sama gue yang masih melongo ditempat. Mawar cuma menatap gue canggung-canggubg. Ada apa gerangan?

"Perkenalkan, nama gue Arman mantan suaminya Mawar. Gue sama Mawar udah sepakat mau balikan, kami mau membangun rumah tangga kami lagi. Jadi gue minta sama lo, jangan ganggu Mawar lagi."

Sialan!

Kamfret!

Setan alas!

Jancuk!

Asu!

Ternyata gue emang lebih cocok hidup ngejomblo ketimbang bergelimangan cinta! Andai aja ada jurang didekat sini, gue pasti akan lonca dan teriak "Emaaaaaaak! Anakmu galau!!!"

Oke, sekian dulu cerita dari gue. Jujur, sebenarnya gue ngga mau mengingat kejadian ini. Tapi demi blog ini, gue terpaksa membuat otak gue yang udah konslet ini mengingat semua kenangan terkamfret dalam hidup gue. Percayalah, cerita ini bener-bener ngenes. Lebih ngenes daripada upil gue yang terjatuh dan tidak bisa bangkit lagi. Ya udah, gue mau nangis dulu deh. Terimakasih dan salamal softex! Hiks :'( ;'(

2 komentar:

Zeipth mengatakan...

endingnya kasian amat gan

http://seivthalife.blogspot.com/

Armageddon mengatakan...

Iya gan :'(

《Terimakasih sudah berkomentar disini^^》